Subneting

November 21, 2016 Tinggalkan komentar

Pengertian

  1. Subnetting biasa disebut juga Variable Length Subnet Mask (VLSM).
  2. žSubnetting adalah teknik memecah sebuah jaringan (network) menjadi beberapa jaringan baru.
  3. žSubnetting menghasilkan beberapa jaringan kecil yang disebut sub jaringan atau sub network
  4. žIni berarti akan memecah satu blok IP address menjadi beberapa blok IP address baru yang lebih kecil
  5. Subnetting membagi jaringan besar ke dalam jaringan yang kecil-kecil, dilakukan dengan cara memodifikasi subnetmask default

Contoh :

IP 192.168.10.1/24 dengan jumlah host 254 hanya membentuk 1 jaringan. Apabila kebutuhan jaringan hanya membutuhkan jumlah host yang lebih sedikit dari 254 host, maka IP dengan prefix /24 kurang efisien. Untuk itu, diperlukan teknik subnetting agar diperoleh network dengan IP yang sesuai dengan kebutuhan.

Nah….dari IP 192.168.10.1/24 dapat dibuat dua jaringan atau lebih dengan skala lebih kecil. Misalkan yang tadinya bisa memuat host sampai 254 diperkecil menjadi jumlah host 100 dengan cara menggunakan subnet lebih kecil, dari /24 ke /25 dan seterusnya.

 

Manfaat subnetting

1. Pada jaringan

  • Kelas A  Terdapat 16.777.214 host/komputer yang terkoneksi dalam satu jaringan
  • Kelas B  Terdapat 65.534 host/komputer yang terkoneksi dalam satu jaringan
  • Kelas C Terdapat  254 host/komputer yang terkoneksi dalam satu jaringan

2.  Semakin banyak host terkoneksi terjadi traffic yang semakin besar pada jaringan tersebut. Sebuah LAN dengan 254 host akan memiliki performansi yang kurang baik dibandingkan dengan LAN yang hanya mempunyai 62 host. Pemecahan yang paling sederhana adalah memecah menjadi 2 atau lebih LAN. Pembagian inilah yang disebut subnetting

3. Departemen tertentu membutuhkan keamanan khusus sehingga solusinya memecah menjadi jaringan sendiri. Bisa dengan menggunakan subnetting

Ibarat sebuah jalan dalam sebuah kompleks tempat tinggal, subnetting dapat digambarkan sebagai berikut :

awal-jaringan

Gambar 1

Kondisi awal kompleks perumahan sebelum dipecah dengan identitas nomor rumah

kondisi-awal-ip Gambar 2

Analogi kondisi awal kompleks perumahan yang telah diganti identitasnya dengan pendekatan jaringan komputer

kondisi-akhir

Gambar 3

Kondisi akhir jaringan yang sudah dipecah menjadi beberapa sub jaringan (jalan)

 Dengan terbentuknya jaringan (baru) ini akan memunculkan pertanyaan-pertanyaan berikut :

  1. Berapa jumlah IP yang terbentuk di setiap subnet ?
  2. Berapa  jumlah network/subnet yang baru ?
  3. Berapa jumlah blok per subnet
  4. Berapa IP network yang terbentuk di tiap-tiap subnetwork ?
  5. Berapa jumlah host valid di setiap subnetwork ?
  6. Berapa IP broadcast yang terbentuk dari tiap-tiap sub network ?
  7. Berapa Subnet Masknya

 

 

VLSM (Variable Length Subnet Mask)

November 18, 2016 Tinggalkan komentar

VLSM memiliki pengertian yang mirip dengan subnetting atau pada CIDR. VLSM adalah suatu teknik untuk memperkecil IP yang tidak terpakai dan juga memecah jaringan dengan tujuan  untuk memakai IP dengan network tertentu (sama seperti Subnetting) dari 1 jaringan, menjadi 2 jaringan,dari 2 jaringan menjadi 4 jaringan dan seterusnya….

Pada metode VLSM, subnetting yang digunakan berdasarkan jumlah host sehingga akan semakin banyak jaringan yang akan dipisahkan. Tahapan perhitungan menggunakan VLSM, IP address yang ada dihitung menggunakan CIDR, selanjutnya dipecah kembali menggunakan VLSM. Setelah dilakukan perhitungan dapat dilihat subnetting yang telah dipecah akan menjadi beberapa subnet lagi dengan mengganti subnetnya. Dalam pemecahan jaringan ini, yang dihitung adalah jaringan dengan kebutuhan IP terbanyak didahulukan kemudian ke jaringan dengan IP terkecil.

Dalam penerapan IP Address menggunakan metode VLSM agar tetap dapat berkomunikasi ke dalam jaringan internet sebaiknya pengelolaan network-nya dapat memenuhi persyaratan :

  1. routing protocol yang digunakan harus mampu membawa informasi mengenai notasi prefix untuk setiap rute broadcastnya (routing protocol : RIP, IGRP, EIGRP, OSPF dan lainnya)
  2. semua perangkat router yang digunakan dalam jaringan harus mendukung metode VLSM yang menggunakan algoritma penerus packet informasi.

 

Contoh penerapan VLSM

Sebuah perusahaan memiliki IP 192.168.10.0/24 dengan jumlah IP host 254, dan IP tersebut untuk dialokasikan ke komputer, smartphone dan sebagainya untuk kebutuhan karyawan masing-masing.

Berikut list kebutuhan IP address :

  • IT = 10 IP
  • HRD = 20 IP
  • Finance = 60 IP
  • Marketing = 100 IP

Perhitungan :

1. Marketing = 100 IP

Subnetting yang dapat digunakan untuk kebutuhan 100 IP address dari total 254 IP adalah /25.

Dengan prefix /25, akan terbentuk 2 jaringan kecil (subnet) di mana masing-masing jaringan dapat dipakai oleh 128 IP. Sehingga untuk kebutuhan 100 IP pada divisi marketing, prefix /25 telah memenuhi dan subnet yang digunakan pada divisi Marketing adalah subnet ke-1, sehingga subnet ke-2 dapat digunakan oleh divisi yang lain.

Lihat tabel :

marketing

 

2. Finance = 60 IP

Berdasarkan ketersediaan IP setelah divisi Marketing menggunakan IP di subnet ke-1 pada jaringan perusahaan, divisi Finance dapat menggunakan subnet ke-2 dari tabel subnetting jaringan, sehingga tersedia 128 IP yang bisa digunakan oleh divisi lain.

Subnetting yang dapat digunakan untuk kebutuhan 60 IP address dari total 128 IP adalah /26.

Dengan prefix /26, secara keseluruhan akan terbentuk 4 jaringan kecil (subnet). Akan tetapi karena ini merupakan pecahan dari subnet sebelumnya, maka subnetting yang digunakan adalah sisa dari subnet sebelumnya.

Lebih detail, dapat dilihat pada tabel :

finance

Dari tabel di atas, divisi Finance dapat menggunakan subnet ke-1 sebagai lanjutan dari divisi Marketing dan subnet ke-2 dapat digunakan oleh divisi lain

3. HRD = 20 IP

Untuk kebutuhan IP di HRD, langsung saja kita tentukan prefix yang bisa digunakan yaitu /27 = 32 IP

Lebih jelasnya kita buat tabelnya :

hrd

Dari tabel di atas, divisi HRD dapat menggunakan subnet ke-1 sebagai lanjutan dari divisi Finance dengan ketersediaan IP sebanyak 32 IP dari total kebutuhan 20 IP dan subnet ke-2 dapat digunakan oleh divisi lain

4. IT = 10 IP

Divisi IT membutuhkan ketersediaan IP sebanyak 10, maka prefix yang bisa digunakan adalah /28 = 16 IP.

Detail subnetnya, mari kita buat lagi tabelnya :

it

Selesai sudah….divisi IT dapat menggunakan range IP 192.168.10.224 – 192.168.10.239. Untuk subnet ke-2 dapat digunakan jika ada penambahan komputer pada waktu yang akan datang.

Kesimpulan :

Perusahaan yang mempunyai IP 192.168.10.0/24 dengan jumlah IP host 254 dan IP tersebut dialokasikan ke beberapa divisi di dalamnya, maka alokasi IP-nya dapat kita lihat dalam kesimpulan tabel berikut :

simpulan

 

 

CIDR (Classless Inter Domain Routing)

November 18, 2016 Tinggalkan komentar

 

CIDR adalah singkatan dari Classless Inter Domain Routing, yaitu sebuah metode / cara untuk mengalokasikan IP address agar lebih efisien. Dengan metode CIDR, sebuah penulisan IP address menjadi efektif dibanding kita menulis subnet mask secara lengkap.

Berikut tabel CIDR :

cidr2

 

Dengan metode CIDR, kita bisa lebih simpel dalam menuliskan notasi IP address.

Contoh :

IP  :  192.168.1.1, Netmask  :  255.255.255.0 (penulisan biasa)

IP  :  192.168.1.1/24 (penulisan dengan notasi slash “/” atau CIDR)