Beranda > Networking > VLSM (Variable Length Subnet Mask)

VLSM (Variable Length Subnet Mask)

VLSM memiliki pengertian yang mirip dengan subnetting atau pada CIDR. VLSM adalah suatu teknik untuk memperkecil IP yang tidak terpakai dan juga memecah jaringan dengan tujuan  untuk memakai IP dengan network tertentu (sama seperti Subnetting) dari 1 jaringan, menjadi 2 jaringan,dari 2 jaringan menjadi 4 jaringan dan seterusnya….

Pada metode VLSM, subnetting yang digunakan berdasarkan jumlah host sehingga akan semakin banyak jaringan yang akan dipisahkan. Tahapan perhitungan menggunakan VLSM, IP address yang ada dihitung menggunakan CIDR, selanjutnya dipecah kembali menggunakan VLSM. Setelah dilakukan perhitungan dapat dilihat subnetting yang telah dipecah akan menjadi beberapa subnet lagi dengan mengganti subnetnya. Dalam pemecahan jaringan ini, yang dihitung adalah jaringan dengan kebutuhan IP terbanyak didahulukan kemudian ke jaringan dengan IP terkecil.

Dalam penerapan IP Address menggunakan metode VLSM agar tetap dapat berkomunikasi ke dalam jaringan internet sebaiknya pengelolaan network-nya dapat memenuhi persyaratan :

  1. routing protocol yang digunakan harus mampu membawa informasi mengenai notasi prefix untuk setiap rute broadcastnya (routing protocol : RIP, IGRP, EIGRP, OSPF dan lainnya)
  2. semua perangkat router yang digunakan dalam jaringan harus mendukung metode VLSM yang menggunakan algoritma penerus packet informasi.

 

Contoh penerapan VLSM

Sebuah perusahaan memiliki IP 192.168.10.0/24 dengan jumlah IP host 254, dan IP tersebut untuk dialokasikan ke komputer, smartphone dan sebagainya untuk kebutuhan karyawan masing-masing.

Berikut list kebutuhan IP address :

  • IT = 10 IP
  • HRD = 20 IP
  • Finance = 60 IP
  • Marketing = 100 IP

Perhitungan :

1. Marketing = 100 IP

Subnetting yang dapat digunakan untuk kebutuhan 100 IP address dari total 254 IP adalah /25.

Dengan prefix /25, akan terbentuk 2 jaringan kecil (subnet) di mana masing-masing jaringan dapat dipakai oleh 128 IP. Sehingga untuk kebutuhan 100 IP pada divisi marketing, prefix /25 telah memenuhi dan subnet yang digunakan pada divisi Marketing adalah subnet ke-1, sehingga subnet ke-2 dapat digunakan oleh divisi yang lain.

Lihat tabel :

marketing

 

2. Finance = 60 IP

Berdasarkan ketersediaan IP setelah divisi Marketing menggunakan IP di subnet ke-1 pada jaringan perusahaan, divisi Finance dapat menggunakan subnet ke-2 dari tabel subnetting jaringan, sehingga tersedia 128 IP yang bisa digunakan oleh divisi lain.

Subnetting yang dapat digunakan untuk kebutuhan 60 IP address dari total 128 IP adalah /26.

Dengan prefix /26, secara keseluruhan akan terbentuk 4 jaringan kecil (subnet). Akan tetapi karena ini merupakan pecahan dari subnet sebelumnya, maka subnetting yang digunakan adalah sisa dari subnet sebelumnya.

Lebih detail, dapat dilihat pada tabel :

finance

Dari tabel di atas, divisi Finance dapat menggunakan subnet ke-1 sebagai lanjutan dari divisi Marketing dan subnet ke-2 dapat digunakan oleh divisi lain

3. HRD = 20 IP

Untuk kebutuhan IP di HRD, langsung saja kita tentukan prefix yang bisa digunakan yaitu /27 = 32 IP

Lebih jelasnya kita buat tabelnya :

hrd

Dari tabel di atas, divisi HRD dapat menggunakan subnet ke-1 sebagai lanjutan dari divisi Finance dengan ketersediaan IP sebanyak 32 IP dari total kebutuhan 20 IP dan subnet ke-2 dapat digunakan oleh divisi lain

4. IT = 10 IP

Divisi IT membutuhkan ketersediaan IP sebanyak 10, maka prefix yang bisa digunakan adalah /28 = 16 IP.

Detail subnetnya, mari kita buat lagi tabelnya :

it

Selesai sudah….divisi IT dapat menggunakan range IP 192.168.10.224 – 192.168.10.239. Untuk subnet ke-2 dapat digunakan jika ada penambahan komputer pada waktu yang akan datang.

Kesimpulan :

Perusahaan yang mempunyai IP 192.168.10.0/24 dengan jumlah IP host 254 dan IP tersebut dialokasikan ke beberapa divisi di dalamnya, maka alokasi IP-nya dapat kita lihat dalam kesimpulan tabel berikut :

simpulan

 

 

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s