Beranda > Mikrotik > Membangun Koneksi Wireless MikroTik Sebagai Gateway Internet dengan Mode WDS

Membangun Koneksi Wireless MikroTik Sebagai Gateway Internet dengan Mode WDS

Juli 30, 2014

Penggunaan Mikrotik sudah semakin marak dalam usaha ISP, utamanya wireless. Dengan semakin lengkapnya fitur Mikrotik, maka untuk membangun jaringan wireless dapat menggunakan routerboard Mikrotik outdoor yang memiliki fitur wireless (akses point) di samping fungsi lainnya sebagai router.

Pada tulisan kali ini, saya akan  mencoba memaparkan penggunaan routerboard Mikrotik sebagai gateway internet sekaligus meneruskannya ke area dengan  jangkauan  lebih jauh via wireless dan dapat diperluas lagi jangkauannya dengan  mode WDS.

Routerboard yang akan kita gunakan di sini adalah Mikrotik RB411U yang memiliki 1 ethernet dan 1 wireless card dengan lisensi level 4.

Topologi jaringan :

01 topologi

IP Address :

Internet        =  200.100.50.1/24

Ether1            =  200.100.50.2/24

Wlan1           =  192.168.10.1/24

AP-wds         =  192.168.20.1/24

Client yang terkoneksi langsung ke RB411U atau Akses Point-WDS memperoleh IP Dinamic dari router

A.  Konfigurasi pada Mikrotik RB411U

1.  Login ke Mikrotik dengan Winbox

2.  Buat IP untuk interface ether1 dan wlan1

02. IP

3.  Tambahkan routing

  • IP – Routes – Add (+)
  • Isi dst address dengan 0.0.0.0/0 (agar semua IP di daftar IP routes bisa konek) dan isi gateway dengan IP 200.100.50.1 (IP sumber internetnya)
  • Apply – OK

03. route

4.  Tambahkan DNS

  • IP – DNS
  • Isi IP dari DNS yang kita inginkan pada kotak Servers
  • Klik OK

04. dns

5.  Lakukan test ping ke internet dari terminal mikrotik

05. ping

6.  Tambahkan NAT Masquerade agar client dapat terkoneksi ke internet

  • IP – Firewall
  • Pilih NAT
  • Klik add (+)
  • Di bagian tab General, tentukan chain = srcnat
  • Di bagian tab Action = masquerade
  • Klik OK

06. NAT

7.  Selanjutnya adalah setting wireless interface

  • kliklah pada menu Wireless
  • lalu double click pada nama interface wireless yang akan digunakan (wlan1)
  • klik tab wireless
  • pilihlah mode AP-bridge
  • tentukan band 2.4GHz-B/G
  • tentukan frekuensi yang akan digunakan
  • tentukanlah SSID
  • jangan lupa mengaktifkan default authenticated dan default forward.
  • lalu aktifkankanlah interface wireless – klik enable
  • dan klik OK

07. wireless

8.  Berikutnya adalah konfigurasi WDS pada wireless interface yang digunakan.

WDS (Wireless Distribution System) adalah sistem yang memungkinkan interkoneksi antar Access point (AP). Sistem ini digunakan untuk memperluas jangkauan area wireless, dengan menggunakan beberapa perangkat AP yang menjadi satu kesatuan, tanpa membangun backbone jaringan. Syarat dalam membangun jaringan WDS adalah AP harus menggunakan Band dan Frequency yang sama, sedangkan SSID boleh beda.

Metode WDS pada prinsipnya membuat access point dengan satu SSID yang sama, kita perlu mengetahui MAC Address masing-masing access point.

Bukalah kembali konfigurasi wireless seperti langkah di atas :

  • Klik 2 kali wlan1
  • pilihlah tab WDS
  • Tentukanlah WDS Mode dynamic dan WDS default bridge biarkan none
  • Contreng WDS Ignore SSID
  • Klik OK

08. wds

Penjelasan Mode WDS Mikrotik :

  • WDS Dynamic adalah Interface WDS secara otomatis akan terbuat ketika sudah menentukan perangkat AP lain yang kompetibel
  • WDS Static adalah mode WDS yang Interface WDS nya dibuat secara manual
  • WDS Dynamic-Mesh adalah mode WDS yang sama seperti WDS Dynamic, namun hanya menggunakan protocol HWMP+ (Pengembangan dari WDS standar)
  • WDS Static-Mesh adalah mode WDS yang sama dengan mode Static, hanya menggunakan protocol HWMP+

HWMP (Hybrid Wireless Mesh Protocol) adalah protocol routing untuk mengimplementasikan topologi mesh di jaringan wireless yang didasari dari AODV (Adhoc On Demand Distance Vector) dan tree-based routing.

wds mode jadi

9.  Langkah selanjutnya adalah menambahkan virtual interface WDS. Tambahkan interface WDS baru seperti pada gambar, lalu pilihlah interface wireless yang kita gunakan untuk WDS ini. Lalu tekan OK.

09. wds2

10. Jika WDS telah ditambahkan, maka akan tampak interface WDS baru seperti pada gambar di bawah

010. wds3

11.  Karena topologi kita terdapat IP yang berbeda antara client yang konek langsung RB411U (wlan1) dan Client-WDS, maka tambahkan IP untuk client wds

011. IP wds

12.  Tambahkan IP DHCP Server agar client dapat terkoneksi dengan IP dynamic

  • IP – DHCP Server
  • Klik DHCP Setup
  • Tentukan interface (wlan1 atau wds1)
  • Klik next sampai finish

012. dhcp server

13.  Konfigurasi dari sisi akses point selesai. Lakukan pengujian dari perangkat wireless yang lain atau konfigurasi ke perangkat client (wds).

B.  Konfigurasi di sisi Client dengan Ubiquiti NanoStation2

Setelah kita login pada wireless Nanostation2 kita, pilih tab Wireless dan pada Wireless Mode Kita pilih Access Point WDS dan masukkan WDS Peers (MAC Address Interface Wireless MikroTik) yang dapat kita lihat di tab General pada Interface Wireless di Intreface Wireless MikroTik.

Rubah SSID dan Channel (Frequency) sesuikan dengan Konfigurasi Access Point MikroTik.

013. Client ubiquity

Setelah konfigurasi selesai lakukan test ping dari PC Desktop ke Laptop (pastikan Subnet IP dan Firewall di kedua komputer paket ICMPnya tidak di blok), jika berhasil kita ping dari kedua sisi maka konfigurasi kita sudah benar, jika belum berhasil silahkan ulangi atau cek kembali konfigurasi yang kita buat.